Hari hari sedih
Aku sudah lama menduga hal ini akan terjadi, namun aku terus berusaha agar hal ini tak terjadi....tapi usahaku sia sia, hal yang tak pernah aku inginkan terjadi juga, aku terpisah dengan anakku untuk sementara waktu.
berat rasanya, dua hari yang lalu aku hanya membayangkan, stress rasanya memikirkan hal itu harus jalani, rasanya yang ada ingin protes kepada sekelilingku, marah atas semua hal yang tak mendukungku, aku jadi sensitif apalagi dengan sikap orang disekitarku yang tak mendukung dan tak mau mengerti, dan selalu bertahan dengan ego masing masing.
Rasanya marah itu sudah sampai titk limit, dan aku sekarang sudah lebih menerima apa yang terjadi dan aku pasrah.
Entah apa yang dirasakan anak anakku dalam sekian hari ini, puncaknya tadi malam mereka, mereka sangat dekat denganku, tak bisa sekelabat pun aku pisah dari mereka yang diinginkan aku terus disampingnya.
aku coba untuk tegar, aku tidak ingin ada air mata, aku tidak ingin dilepas dengan wajah sedih dan air mata mereka, pagi pagi buta aku sudah bersiap siap, aku terus menepis perasaan haru yang menghampiri, kupandangi wajah wajah polos yang terlelap itu :-) lucu nak.
nompongku yang pemarah :-) sukanya teriak teriak klo tidur nendangin semua yang ada didekatnya, tapi lucu banged :-)
Anak gajahku, makin ndut udah bujangan udah ngerti cewe', kakinya gede klo jalan ga' ngerti pelan lari terus, tapi teteup ganteng buangedSabar yah nak, bunda sayang buanged ama kalian berdua
dalam perjalananku ternyata bendungan itu tak kuat bertahan dan akhirnya runtuh juga :-((

